Minggu, 17 Mei 2015

Nasihat Bijak Untuk Anak

Pada suatu hari, di sebuah sekolah menengah. Saat jam istirahat, ada perkelahian antara dua murid laki-laki di kelas. Kerumunan murid pun berakhir saat seorang guru datang menengahi dan melerai mereka. Tidak lama kemudian, saat pelajaran berikutnya akan dimulai, Kepala Sekolah masuk ke kelas tersebut dan langsung menyampaikan maksud kedatangannya.

" Andika, kamu nanti datang ke kantor Bapak jam 3 sore " . Seketika seluruh kelas menjadi hening mendengar pengumuman itu dan murid yang dimaksud terlihat pucat pasi.
" Baik Pak ", ia menjawab dengan lemah.
Dia membathin, Habis aku! ini pasti gara-gara perkelahian tadi.

Saat jam menunjukkan pukul 3 sore, Andika telah tiba di depan kantor dan mengetuk pintu ruangan Kepala Sekolah. Jantungnya berdegup sangat kencang dan tubuhnya terasa lemah.

" Masuk !" seru Kepala Sekolah dari ruangannya.
Andika pun masuk, dan dalam keadaan yang takut-takut ia berdikir mendekat ke meja Kepa Sekolah sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

" Duduklah Andika, kamu tentu sudah bisa menebak kenapa Bapak memanggilmu kesini ? Tentu saja berkaitan dengan perkelahian mu tadi pagi ", seru Kepala Sekolah.

Kemudian Kepala Sekolah melanjutkan kebali pembicaraanya, Andika tahu kan peraturan di sekolah kita seperti apa ? tidak boleh ada yang berkelahi di dalam lingkungan sekolah, apalagi di dalam kelas. Tetapi ada beberapa hal yang ingin bapak sampaikan terkait dengan masalahmu ini. Pertama, bapak senang kamu datang tepat waktu, itu menujukkan bahwa kamu adalah anak yang disiplin. seru Beliau sambil membuka laci mejanya dan mengambil sebuah permen serta meletakkanya di atas meja.

Kepala seolah kembali melanjutkan pembicaraanya.

" Kedua, bapak menghargai kedatanganmu saat ini, artinya kamu masih menghargai bapak sebagai guru serta Kepala Sekolah mu. Kamu adalah anak yang berjiwa besar dan siap bertanggung jawab. Betul begitu Andika ? " tanya kepala sekolah

Andika hanya menganggukan kepalanya.

Beliau melanjutkan kembali
" Bapak sudah berbicara dengan guru yang melerai perkelahianmu tadi, dan bapak tahu masalahnya kenapa kamu berkelahi dengan Rudi. Kamu berkelahi karena membela teman perempuanmu yang dilecehkan olehnya, Benar begitu ? " tanya Kepala Sekolah

tanpa menunggu jawaban Dika, Beliau kembali melanjutkan pembicaraanya tersebut.

" Bapak salut, Ini pertanda bahwa kamu adalah seorang lelaki sejati dan gentleman. Tapi ingat, perkelahian bukanlah jalan menyelesaikan suatu masalah. Kamu harus lebih bijak dan jelas bukan berkelahi seperti tadi " , ujar kepala sekolah sambil kembali meletakkkan permen yang diambilnya tadi ke meja nya.

" Nah yang terakhir, karakter positif yang telah Dika tunjukkan hari ini harus dipertahankan dan dikembangkan di masa depan. Bapak yakin kamu akan berubah dan akan maju di masa depan, Belajar lebih baik lagi Andika , oke ? ", saran dari Kepala sekolah sambil tersenyum dan menambhkan kembali permen nya dan memberikan nya sebagai hadiah pada Andika.

Andika yang awalnya ketakutan akan mendapat hukuman, justru tidak menyangka bahwa ia mendapat penghargaan dari Kepala sekolahnya.

" Terima kasih Pak, saya sangat terkejut, Bapak tidak menghukum saya bahkan memuji dan menghargai saya. Saya berjanji akan berubah dan akan belajar lebih rajin lagi untuk masa depan saya ", ujar Dika sambil berpamitan dengan Kepala Sekolah


Pesan Moral yang dapat di petik dari kisah ini adalah bahwa mencari jalan keluar suatu msalah tidak harus dengan kekerasan, harus di fikirkan secara jeli dan cerdas dalam menyelesaikannya

^_^

Sabtu, 16 Mei 2015

MUTIARA SALAF

Delapan Buah kedengkian

Menurut Imam Ghazalidelapan buah kedengkian tersebut diantaranya adalah :

  1. Kedengkian itu bisa membawamu menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain. Artinya jika engkau mendapat nikmat, dan merasa senang jika saudaram mendapatkan musibah, dan ini termasuk perbuatan munaafik.
  2. Engkau semakin memendam kedengkian di dalam bathin, sehingga engkau merasa gembira atas musibah yang menimpa orang lain.
  3. Engkau akan menjauhi dan memutus orang itu sekalipun ia datang kepadamu dan mencarimu.
  4. Engkau akan berpaling darinya karena merendahkannya.
  5. Engkau membicarakannya dengan pembicaraan yang tidak dibenarkan, seperti dusta ghibah, menyebarkan rahasia, menodai harga dirinya dan lain sebagainya.
  6. Engkau menirukannya sebagai pelecehan dan penghinaan terhadapnya.
  7. Engkau akan menyakitinya dengan memukul dan hal yang menyakiti badannya.
  8. Engkau akan menghalangi haknya seperti pembayaran hutang atau silaturahmi, Semua ini adalah haram.


Jumat, 15 Mei 2015

lanjutan KIAT MENJAGA HATI PART II



Nah kita lanjutin aja postingan yang kemaren,kali ini masih lanjutan kiat menjaga hati itu seperti apa !!

yang ketiga adalah dengan menjaga perut
Pada hakikatnya semua aktivitas rutin manusia bisa menjadi ladang amal shalih jika seseorang melakukannya sesuai dengan syari'at dan meniatkannya untuk ketaatan kepada Allah SWT. Tidak terkecuali dalam aktivitas makan dan minum, sebagaimana firman Allah dalam Al quran surah Al baqarah ayat 172


2:172

yang artinya :

" Hai orang - orang yang beriman, makanlah diantara rezeki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu, dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar - benar hanya kepadan-Nya kamu menyembah" ( Q.S Al - Baqarah : 172)

Bagi seorang muslim, cara yang tidak kalah pentingnya untuk penyucian jiwa adalah menjaga perutnya dari hal-hal yang diharamkan Allah. Bila disimpulkan hampir seluruh aktivitas manusia dalam bentuk mencari kepuasan dan kesenangan, hanya berpulang kepada dua syahwat, yaitu syahwat perut dan syahwat kemaluan. Maka Rasulullah SAW bersabda :

" Tidak ada bejana yang di isi oleh anak Adam yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak mampu, maka sepertiga perutnya hendaknya di isi untuk makannya, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga untuk nafsunya " ( H.R Ahmad)

Berlebihan dalam makan mengakibatkan banyak hal buruk. Ia mendorong anggota badan lainnya untuk melakukan berbagai kemaksiatan serta menjadikannya merasa berat untuk berbuat taat dan beribadah.

Ibrahim bin Adham pernah berujar  " Barangsiapa memelihara perutnya akan terpeliharalah diennya. Barang siapa mampu menguasai rasa laparnya akan memiliki akhlak yang baik. Sesungguhnya kemaksiatan kepada Allah itu jauh dari seseorang yang lapar dan dekat dengan orang yang kenyang "


yang keempat adalah dengan berhati-hati dalam bergaul

Dalam sebuah sabdanya, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa perumpamaan teman yang baik seperti bergaul dengan pembuat minyak wangi, jikalau ia tidak memberikan kepadanya sebagian dari minyaknya, setidaknya baunya akan menyebar juga pada kita. Dan perumpaan orang yang bergaul dengan orang yang jahat seperti bergaul dengan tukang pandai besi, kalau baju kita tidak terbakar oleh apinya, setidaknya bau asap yang tidak nyaman itu tetap kita dapatkan.


Ibnu Qayyim membagi tipe manusia yang digauli  menjadi empat kelompok. Ketidakmampuan seseorang membedakannya akan membawa bencana


  1. kelompok yang bergaul dengan mereka seperti mengkonsumsi makanan yang bergizi. Ia dibutuhkan siang dan malam. Jika seseorang telah menyelesaikan keperluannya, ia ditinggal, dan jika diperlukan lagi ia datang. Mereka adalah para ulama, ahli ma'rifatullah, memahami perintah-perintah-Nya, mengerti tipu daya musuh-mush-Nya, dan meiliki ilmu tentang penyakit hati dan obatnya. Mereka adalah orang-orang yang setia kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan seluruh makhluk. Bergaul dengan mereka adalah keuntungan yang nyata.
  2. Kelompok yang bergaul dengan mereka seperti mengonsumsi obat. Ia dibutuhkan dikala sakit, selama Anda sehat anda tidak membutuhkan pergaulan dengan mereka. Mereka adalah para profesional dalam bisnis dan yang sejenisnya.
  3. Kelompok yang bergaul dengan mereka berarti mengonsumsi penyakit. Mereka adalah orang yang tidak membawa keuntungan dunia dan akhirat. Bahkan sebaliknya ia membawa kerugian keduanya atau salah satunya.
  4. Kelompok yang bergaul dengan mereka adalah kebinasaan. Mereka ibarat racun, dan mereka adalah para ahli bid'ah dan kesesatan, penghalang sunnah nabi Muhammad SAW, penyeru kepada yang menyelisihinya.

demikianlah kiat menjaga hati kita,,
semoga bermanfaat di postingan selanjutnya (^_^)





Kamis, 14 Mei 2015

KIAT MENJAGA HATI

bagaimana kita menjaga hati ??
pertanyaan ini sering kali kita pertanyakan pada diri kita sendiri dan terkadang kita bertanya pada orang2 yang faham akan cara menjaga hati ini,, berikut jawaban nya,, Let's Check it Out ^_^

jawaban yang pertama adalah dengan menjaga lisan
jika ada anggota tubuh yang paling beresiko untuk terperosok dalam maksiat itulah lisan. Rasulullah SAW sendiri sampai memberikan jaminan syurga bagi siapa saja yang mampu menjamin kelurusan lisannya. Daging inilah yang paling sering tergelincir dalam kubangan dosa.

APA SAJA YANG HARUS KITA PERHATIKAN TERHADAP KESELAMATAN LISAN KITA ??

Ibnu AL Azraq  menyebutkan apa yang menjadi kewajiban bagi lisan yang jumlahnya melebihi dari 70, diantaranya :
berkata jujur, amar ma'ruf nahi mungkar, berkata baik, mengecam orang2 yang menyesatkan, Berkata tegas karena Allah, Memohon perlindungan Allah saat menghadapi godaan syaitan, Menunaikan kalimat Allah, Menunaikan kesaksian, mendamaikan diantara manusia, mengajari orang--orang bodoh, mengingatkan manusia yang lalai, membimbing orang yang sesat, memperbanyak dzikir, Tilawatil QUran, Membaca Shalawat untuk Nabi Muhammad SAW< berdo'a, mengucapkan perkataan yang ma'ruf, Istighfar, mendoakan saudaranya di saat tidak ada dihadapannya, mengajak ke jalan Allah, adzan dan iqamah, dll.

selanjutnya beliau juga menyebutkan larangan-larangan lidah, diantaranya :

ghibah, menggunjing, bersumpah palsu, menuduh , menghukum dengan apa yang tidak diturunkan Allah, berdusta, bersaksi palsu, berkata keji, mencaci kedua orang tua, berdusta atas Nabi, mencaci para sahabat, berafiliasi selain kepada Allah, membongkai aib orang muslim, dan lain sebagainya,

jawaban kedua adalah dengan menjaga pandangan
cara yang tak kalah pentingnya dalam menjaga kebeningan hati adalah dengan menjaga pandangan. Sesungguhnya pandangan merupakan kurir bagi hati, jika sang kurir menunjukkan hal2 yang benar dan tepat bagi hati, maka ia akan sampai pada tujuannya. Namum jika kurir tersebut menunjukkannya pada tempat yang keliru, maka hati itu akan salah sasaran. Rasulullah SAW membuat perumpamaan bahwa pandangan itu merupakan salah satu panah dari panah - panah iblis yang beracun.

Ibnu Qayyim dalam Raudhatul Muhibbin menjelaskan akan faedah yang agung dari sikap menjaga pandangan, diantaranya

  1. membersihkan hati dari penyesalan. Sesungguhnya orang-orang yang suka mengumbar pandangannya, niscaya ia akan merasakan penyesalan yang tiada henti karena ia akan terus melihat apapun yang dicarinya dan ia tak akan bersabar.
  2. Mendatangkan cahaya dan keceriaan di hati. Seperti disebutkan dalam Al hadits " Pandangan mata itu laksana anak panah beracun dari berbagai macam anak panah iblis. Barang siapa yang menhan pandangannya dari keindahan wanita, maka Allah akan mewariskan kelezatan dalam hatinya, yang akan dia dapatkan hingga dia berjumpa dengan - Nya "
  3. Mendatangkan kekuatan firasat yang benar, karena firasat termasuk cahaya dan buah dari cahaya. Jika hati bercahaya, maka firasatnya tidak akan meleset.
  4. Membuka pintu dan jalan ilmu serta memudahkan untuk mendapatkan sebab-sebab ilmu. 
  5. Mendatangkan kekuatan hati, keteguhan dan keberanian. 
  6. Mendatangkan kegembiraan, kesenangan, dan kenikmatan.
  7. Membebaskan hati dari tawanan syahwat.
  8. Menutup pintu neraka jahannam.
  9. Menguatkan dan mengokohkan akal.
  10. Membebaskan hati dari syahwat yang memabukkan dan kelalaian yang melenakan
bersambung.... hehehehe

Rabu, 25 Februari 2015

Cara Mudah Menghadapi Kritikan Pedas

Sang Pencipta dan Pemberi rezeki Yang Maha Mulia, acapkali mendapat cacian dan cercaan dari orang-orang pendir tak berakal. maka, apalgi kita sebagai manusia biasa yang selalu mudah membuat kesalahan. Dalam kehidupan ini, terutama jika kita termasuk seseorang yang suka memberi, memperbaiki, mempengaruhi dan berusaha membangun, maka kita akan selalu menjumpai kritikan-kritikan yang pedas dan pahit. Mungkin juga kadang-kadang kita mendapat cemoohan dan hinaan dari orang lain. Dan mereka tidak akan pernah berhenti mengkritik kita sehingga kita jatuh dan semakin terpuruk. Mereka akan selalu membuat kita menenteskan air mata, atau bahkan membuat saat istirahat kita menjadi terasa gusar atau gelisah

Untuk itu ada beberapa cara menghadapi kritikan ini, antara lain :
  1. Kuatkan jiwa untuk mendengar kritikan, cemoohan dan hinaan mereka.
  2. Bersikaplah laksana batu cadas, tetap kokoh berdiri meskipun di dera butiran-butiran salju maupun yang lainnya setiap saat, bahkan malah menjadi semakin kokoh karena hal itu.
  3. Acuhkan mereka, dan jangan pernah merasa tertekan oleh setiap upaya mereka untuk menjatuhkan kita.
  4. Bila mereka semakin kuat mengkritik, maka jawablah perkataan mereka dengan hal sebagai berikut :
    " Katakanlah (kepada mereka ) : " Matilah kamu karena kemarahanmu itu "
    ( Q.S Ali Imran : 119)

Sabtu, 08 Desember 2012

Setiap Orang Genius Pernah Jadi Orang Gagal

 sumber Anne Ahira


"Berpikirlah seperti ratu. Ratu tidak
takut gagal. Kegagalan adalah batu
loncatan lain untuk keberhasilan" -
Oprah Winfrey


Saat Anda mengalami masa-masa sulit,
memang susah menjaga pola pikir untuk
tetap  positif dan mencegah hati
merasa sebagai seorang pecundang.
Tetapi dengan mengingat lagi
kisah-kisah orang besar, bisa
dipastikan setiap orang yang berhasil
pasti pernah gagal. Tetapi mereka
tidak pernah menganggap dirinya
sebagai orang gagal.
Wolfgang Mozart, misalnya, salah satu
pencipta musik genius pernah dikritik
oleh Kaisar Ferdinand yang menganggap
operanya berjudul The Marriage of
Vigaro "terlalu bising" dan
mengandung "terlalu banyak not".
Pelukis Vincent van Gogh yang
lukisannya mencapai rekor tertinggi
dalam nilai penjualan, hanya berhasil
menjual satu lukisan selama seumur
hidupnya.
Mantan presiden Amerika Serikat,
Abraham Lincoln pun punya daftar
panjang kegagalan. Gagal dalam
bisnis, berulang kali juga gagal
terpilih menjadi anggota kongres dan
senat. Hingga pada akhirnya, di tahun
1860 ia terpilih sebagai presiden
ke-16 Amerika Serikat  dan menjadi
salah satu presiden tersukses dalam
sejarah negara itu.
Pada akhirnya, tidak jadi masalah,
kapan dan di mana Anda pernah gagal
atau berapa banyak kesalahan yang
Anda buat. Saat menghadapi semua
kesulitan, penolakan dan kegagalan
itu, tetaplah percaya diri dan
MENOLAK menganggap diri sebagai
orang gagal.

Kamis, 22 November 2012

coret-coret

bener - bener bingung maw nge post apaan, masalahnya gak taw apa yang maw di tulis, jadi coret2 di blog saja lah, siapa taw banyak yang nyantol gara- gara ngeblog :D

Senin, 19 Desember 2011

Ibu, Engkaulah segalanya bagiku




Kalimat pembuka di bawah ini mungkin hanya sebagai gambaran kemuliaan dari seorang Ibu, bila kelak suatu saat ada orang datang dan bertanya padaku, siapa orang yang paling daku sayangi dan hormati  dalam hidupku????,maka akan daku jawab dengan lantang dan sigap, bahwa orang yang paling daku sayangi dan hormati dalam hidup ku adalah Ibuku. Alasan jawaban itu adalah sebuah Hadits dari Rasulullah SAW ,yang pada saat itu datang seorang pemuda dan menghampiri Beliau dan bertanya pada Rasulullah. Pemuda itu bertanya “Ya Rasulullah, siapa orang yang pertama yang harus aku hormati dan cintai ?” tanya si pemuda kepada Rasulullah. Lalu Rasulullah menjawab : “ Ibumu”, kemudian sang pemuda bertanya lagi kepada Rasulullah, kemudian siapa lagi ???  tanya pemuda itu lagi, kemudian Rasulullah menjawab lagi “ Ibumu”, kemudian si pemuda bertanya kembali pada  Rasululllah, “kemudian siapa lagi ya Rasul???”  tanya si pemuda”, Rasulullah kembali menjawab “ Ibumu” , sang pemuda kembali bertanya pada Rasulullah, kemudian siapa lagi ya Rasul??” tanya si pemuda. Barulah Rasulullah menjawab untuk terakhir “ Ayahmu”, kemudian si pemuda berlalu dari hadapan Rasulullah.

Betapa mulianya Engkau wahai Ibu yang sangat kucintai, engkau sebagai sandaran hati ini setelah Allah dan Rasulullah, Rasulullah sampai menyuruh umat manusia untuk menghormati dan mencintai Ibu hingga  Ibu tiga tingkat di atas ayah, betapa mulianya derajat Ibu. Selama 9 bulan 10 hari engkau mengandung daku dengan bersusah payahnya, hingga untuk tidur dan bergerak saja engkau sangat kesusahan. Tapi tak sedikitpun engkau mengeluh akan hal itu, karena engkau tahu bahwa daku di dalam kandungan mu merupakan titipan Allah yang kelak akan engkau didik selalu, yang akan engkau besarkan dengan curahan kasih sayang, dengan segenap jiwa ragamu selalu menjaga daku.


Dalam sebuah bait lagu  yang sangat terkenal :
Kasih sayangnya Bunda
            Tidak ada batasnya
            Tiap malam di jaganya
            Di pangku dan ditimangnya
            Dengan kasih sayangnya…….

Engkau sangat bahagia ketika melihat daku tumbuh dan kembang sebagai anak yang berbakti kepadamu, daku selalu menuruti perintahmu Ibu, daku selalu berusaha membantu Engkau dalam setiap langkah meskipun daku masih seorang anak yang masih kecil, akan tetapi daku selalu ingin bersama kemanapun Ibu melangkah. Bahkan ketika daku masuk sekolah, Engkaulah orang yang pergi mengantarkanku ke sekolah, dan selalu menitip pesan padaku “ yang rajin belajar dan benar-benar sekolah nya ya”, kata-kata mu selalu daku ingat ketika itu. Ketika engkau dan ayah merasa kesulitan membiayai kami para anakmu bersekolah, engkau tetap tegar dan bersemangat menyekolahkan kami semua. Dengan berbagai cara engkau lakukan,dari berjualan jagung rebus, kacang rebus dengan berkeliling kampung, dan menjual jagung bakar di malam harinya, bahkan menitipkan kue-kue kering di warung dekat kampung sebelah,tak pernah Engkau fikirkan seberapa lelahnya dirimu,semua itu engkau lakukan hanya untuk anak-anak mu terutama daku. Engkau tidak pernah mengenal lelah dengan segala hal,semua Ibu lakukan hanya demi kami anak-anak mu. Meskipun ayah di samping mu selalu, tapi Ibu tetap berusaha selain ayah. Ibu, Engkau bagai pelita dalam keluarga, selalu menerangi kegelapan hati kami.  Engkau tidak pernah merasa letih merawat dan menjaga kami, hingga kami bisa bersekolah terus, semua cara yang Ibu lakukan  dengan berjualan keliling kampung dan memerima pesanan kue-kue kering. Melihat Ibu seperti itu,daku merasa sangat terharu hingga tak kuasa menahan air mata kebahagiaan sekaligus kepedihan dalam hati, timbul pertanyaan dalam diri ini “ kenapa Ibu harus sampai bekerja ekstra keras hanya demi mencari biaya tambahan untuk bersekolah kami?”, akan tetapi pertanyaan itu tidak berani untuk aku ungkapkan kepada mu wahai Ibu. Daku  dan kakak yang merasa bahwa Ibu tidak perlu terlalu menanggung semua beban kami, berinisiatif membantu usaha Ibu dengan berjualan keliling kampung, bahkan hingga di sekolah pun daku membawa dagangan Ibu dan menjajakan kepada para teman-teman semua. Ada yang senang, ada juga yang sinis melihat usaha daku membantu Ibu, senang karena teman-teman tidak bersusah payah keluar kantin membeli makanan, dan sinis karena para Ibu-ibu kantin menegur daku. Di dalam hatiku berkata, “Ibu...., seperti inikah bebanmu memikirkan kami anak-anakmu?”, tak ada yang bisa menjawab pertanyaan itu,hanya waktu yang bisa menjawab semuanya.
Ibu, kau bagaikan pahlawan bagi diriku, Engkau tidak pernah mengeluh sedikitpun dengan ulah  dari anak mu ini. Engkau besarkan daku dengan harapan agar berguna bagi agama dan bangsa. Dalam keheningan malam Engkau bersujud memohon kepada Sang Pencipta agar daku dan semua anak-anakmu selalu di beri kemudahan dalam melangkah, anak yang tak pernah membahagiakanmu. Engkau tidak pernah menghitung seberapa banyak biaya yang Engkau keluarkan untuk daku,Engkau tidak pernah menagih kembali setiap yang engkau berikan kepada daku dan kakak,abang,dan adik-adik. Engkau tetap memegang prinsip bahwa tidak boleh anak-anakmu ini sampai putus sekolah,terutama daku anak laki-laki yang paling Ibu harapkan dalam keluarga akan menjadi orang yang berguna. Ibu, engkau adalah sandaran hati daku, setiap saat daku memiliki masalah,engkau bak pahlawan datang menolong daku,engkau menyemangati daku dengan senyuman yang khas sebagai tanda sayangmu terhadap anakmu. Senyuman seorang Ibu yang sangat mengerti keadaan anak-anak nya, dan dengan penuh perhatian engkau menasehati daku.
Ibu, begitu besarnya jasamu pada kami sekeluarga,hingga engkau tidak pernah memikirkan bagaimana dengan diri Ibu sendiri. Ibu hanya berfikir bahwa daku beserta kakak,abang dan adik selalalu bahagia. Bahagianya memiliki kelurga yang saling berbagi dalam segala hal, tertutama memilik Ibu yang sangat perhatian dan penuh kasih sayang kepada semua anggota keluarganya,tanpa membeda-bedakan anatara anak yang paling besar dan yang paling kecil. Ibu, engkau bertindak sangat adil, dan engkau selalu mengajarkan kepada kami anak-anakmu untuk selalu bisa hidup mandiri.  Tetapi ketika daku semakin tumbuh menuju kedewasaan, daku sering membuat Ibu menangis dan menitikkan air mata, bahkan Ibu yang selalu terbuka ketika hati Ibu tersakiti untuk tetap menyayangi daku , karena Ibu tidak pernah memiliki sifat untuk mendendam,terutama kepada anak-anaknya sendiri.

Di pertengahan tahun 2003 merupakan awal kelam kebahagiaan daku dan kelurga karena Ibu menderita penyakit yang sudah komplikasi, kanker payudara yang di deritanya berkembang kembali dalam tubuhnya,meskipun dahulu sudah dilakukan operasi, bahkan semakin ganas, ditambah lagi dengan liver yang di deritanya. Seketika,teringat hari- hari yang daku lalui bersama Ibu dahulu, bahkan ketika daku membuat Ibu menangis, ingin rasanya diri ini bersujud di kaki Ibu dan memohon ampunan karena telah membuat Ibu menangis, akan tetapi waktu tidak memihak daku, dan Allah lebih menyayangi Ibu dan memanggilnya lebih dulu. Daku merasa sangat berdosa, tidak sempat berkata sepatah kata apapun kepada Ibu, bahkan untuk satu kata,  kata itu kata yang mungkin bagi seorang anak saat ini sulit untuk di katakan kepada Ibu nya, yaitu “maaf”, dan entah mengapa kata itu sangat berat untuk di ucapkan. Seperti kata pepatah, “sesal dahulu pendapatan,sesal kemudian tiada guna” , kini tidak mungkin lagi menyesali semua yang telah terjadi, dan sekarang adalah waktu untuk mengevaluasi diri, daku akan selalu mengenangmu Ibu di dalam sanubariku. Ibu, engkaulah segalanya bagiku.Ibu, engkaulah segalanya bagiku, engkaulah cerminan jiwaku.
Sebagai penutup karangan ini, penulis petik beberapa bait lagu “IBU” :
Ingin ku dekap,dan menangis dipangkuan mu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa,naluri sekujur tubuh mu
Dengan apa membalas, IBU…………
IBU…………

                                                                                                Punge, 20 Desember 2011

Jumat, 16 Desember 2011

doa seorang hamba

kutipan dari sebuah buku novel pembangun mental islami manusia dengan sebuah judul "Debar- debar Tasbih"


Rabbi......
Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia
tabahkan hatinya
teguhkan imannya
sucikan cintanya


Rabbi......
Jika hatiku Kau ciptakan untuk dia
penuhi hatinya dengan Kasih-Mu
terangi langkahnya dengan Nur-Mu
bisikkan kedamaian dalam kegalauan
temani dia dalam kesepian


Rabbi.....
kutitipkan cintaku pada-Mu untuknya
resapkan rinduku pada rindunya
mekarkan cintaku bersama cintanya
satukan hidupku dan hidupnya
dalam cinta-Mu
sebab, Sungguh aku mencintainya karena-Mu

Jumat, 18 November 2011

tertawa sepuasnya

hahahahahahahahahahahahahaha

gak taw maw buat apa
kayak orang bego jadinya (sambil bercermin depan spion honda)
orang lagi bingung mw ngapain aja,kasih solusi dounk?????? (ngarep dech ^_^)
semoga ada yang datang kasih solusi ngilangin rasa bimbang ini
hihihihihihihi
peace friend's

Jumat, 14 Oktober 2011

Putuskan Benang Itu!

Ditulis oleh: Anne Ahira

Ibnu,

"Seutas benang itu sesungguhnya hanya
ada dalam pikiran Anda!"

Ada kisah nyata tentang seekor gajah.
Sejak kecil ia sudah dirantai kakinya
dengan seutas rantai sepanjang 4 meter.

Apa yang terjadi ketika rantai itu
diganti dengan seutas benang?

Gajah itu tetap saja berkeliling & tidak
berani melangkah keluar dari area
lingkaran 4 meter tersebut!

Dari kisah ini, pelajaran apa yang
bisa kita ambil?

Maaf, saya tidak bermaksud menyamakan
diri kita dengan seekor gajah. :-)

Namun bisa jadi, kita pun memiliki
'keterbelengguan' dengan seutas tali
yang mengikat diri kita!

Kita tidak berani keluar dari zona yang
dianggap nyaman. Meski sesungguhnya,
kita bisa melakukan banyak hal hebat
dari perkiraan kita!

Mari kita jujur pada diri sendiri,
berapa banyak kesempatan yg sebenarnya
hadir, melintas di depan Ibnu, namun
Ibnu tidak mempedulikannya?

Ibnu mungkin menganggap peluang itu
'terlalu tinggi' untuk Ibnu, dan
merasa tidak pantas berada disana.

Atau mungkin Ibnu malah merasa tidak
mampu untuk melakukan hal itu padahal
sama sekali belum pernah mencobanya?

Kita semua tahu, segala hal yang
menurut kita 'begitu hebat', seringkali
tidak selalu seperti yang kita
bayangkan.

Atau hal yang kita anggap sulit,
kadang sebenarnya sangat gampang!

Ada dua kunci dalam hal ini :

1. Ibnu akan bisa jika Ibnu berpikir bisa
2. Ibnu akan gagal jika Ibnu berpikir gagal

So, jangan menyalahkan siapapun jika
kesuksesan belum menghampiri diri kita.
Sebab, faktor utamanya terletak pada
diri kita sendiri.

Oleh sebab itu, perhatikan dengan
seksama, dan tanya pada diri sendiri,
adakah seutas benang yang telah
membelenggu diri kita selama ini?

Jika ya, maka segeralah untuk putuskan
benang itu!

Cobalah bergerak maju dari lingkaran
yang selama ini kita buat dan telah
membelenggu diri kita sendiri!

Peluang itu sebenarnya selalu hadir
kapan saja. Namun, karena kita selalu
saja menutup mata, telinga, dan pikiran
kita, maka peluang itu akan terlewat
begitu saja!

Jika Ibnu masih saja ragu untuk
melangkah, cobalah untuk melatihnya
sedikit demi sedikit. Dan jika Ibnu
sudah yakin, maka segeralah berlari cepat,
keluar dari keterbelengguan Ibnu!

Jika sudah seperti ini, maka siapa lagi
yang diuntungkan, jika bukan Ibnu
sendiri? :-)

Sabtu, 08 Oktober 2011

Di Mana Tempat Terbaik Kita?

mbak Anne Ahira pernah berkirim email kepada saya seperti ini:

Ibnu,

Dimanapun kita berada, maka disitulah
tempat terbaik kita..!

Seringkali kita merasa terkungkung
dengan lingkungan dimana kita berada.

Tidak jarang orang berpikir dan merasa
bahwa tidak mungkin bagi mereka untuk
bisa meraih sukses.

Misalnya mereka yang hidup di daerah
terpencil, merasa susah, dan jauh untuk
mendapat sentuhan teknologi, atau
menerima informasi terbaru dengan cepat.

Hingga berpikir, begitu susahnya
berjuang dan mengembangkan usaha.

Sebaliknya, mereka yang hidup di kota
besar berpikir betapa sesaknya dunia.
Begitu ketatnya tingkat persaingan
hidup.

Dimana pun berada, saling sikut, saling
senggol, saling tendang. Hingga akhirnya
memutuskan, memang susah untuk menjadi
yang terdepan.

Dalam berjuang segala sesuatunya memang
seringkali tidak sesuai keinginan kita.
Bisa jadi kita merasa lingkungan tidak
lagi ramah, dan kondisinya tidak nyaman.

Padahal sesungguhnya, dimanapun kita
berada, pahami bahwa ITULAH tempat
terbaik kita. Tempat dimana kita hidup,
tempat di mana kita memperjuangkan apapun
yang kita inginkan.

Sekarang, mari kita renungkan sejenak...

1. Jika kita selalu saja berpikir bahwa
    tempat lain adalah lebih baik, maka
    sampai kapan kita akan mulai berjuang?

2. Jika kita selalu saja menunggu
    datangnya kesempatan emas di tempat
    lain, berapa banyak waktu yang
    terbuang, hanya sekadar untuk
    menunggunya?

3. Jika kita selalu saja menunda apapun
    yang bisa kita lakukan di tempat kita
    berada sekarang, maka berapa banyak
    kesempatan yang terbuang percuma?

Dan masih banyak lagi hal yang perlu
kita renungkan..!

Karenanya, jika saja kita mau berpikir
bahwa inilah tempat terbaik kita, maka
kita akan memiliki kesadaran dan kemampuan
untuk membuat segala sesuatunya menjadi
lebih baik, lebih bernilai, dan penuh arti!

Ibnu temanku tersayang...

Kita semua memiliki kesempatan emas untuk
menjadi besar & benar dimana saja... asal, 
kita mau memperjuangkannya!
 

gambar mikroskop


Bagian-bagian Mikroskop
Lensa Okuler
Tabung Mikroskop
Tombol pengatur fokus kasar
Tombol pengatur fokus halus
Revolver
Lensa Objektif
Lengan Mikroskop
Meja Preparat
Penjepit Objek Glass
Kondensor
Diafragma
Reflektor/cermin
Kaki Mikroskop
Satuan yang biasanya digunakan pada objek yang dilihat melalui mikroskop adalah Mikron ( 1 milimeter = 1000 mikron )
Perbesaran total didapat dari hasil perkalian perbesaran lensa objektif dengan lensa Okuler.Misalnya:Pengamatan menggunakan lensa objectif dengan pembesaran 45 kali dan lensa okuler perbesaran 10 kalimaka perbesaran total adalah = 10 x 45 = 450 kali ukuran semula.
Fungsi Bagian-bagian Mikroskop
1. Lensa Okuleruntuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif
2. Tabung MikroskopUntuk mengatur fokus, dapat dinaikkan dan diturunkan
3. Tombol pengatur fokus kasarUntuk mencari fokus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan cepat
4. Tombol pengatur fokus halusUntuk memfokuskan bayangan objek secara lambat, sehingga tabung mikroskop turun atau naik dengan lambat
5. RevolverUntuk memilih lensa obyektif yang akan digunakan
6. Lensa ObjektifUntuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati. Umumnya ada 3 lensa objektif dengan pembesaran 4x, 10x, dan 40x.
7. Lengan MikroskopUntuk pegangan saat membawa mikroskop
8. Meja PreparatUntuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati
9. Penjepit Objek GlassUntuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser.
10. KondensorMerupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk dalam mikroskop
11. DiafragmaBerupa lubang-lubang yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek. Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop
12. Reflektor/cerminUntuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. Ada 2 jenis cermin, yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalkan sinar lampu, digunakan cermin cekung tetapi bila sumber cahaya kuat, misalnya sinar matahari yang menembus ruangan, gunakan cermin datar.
13. Kaki MikroskopUntuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap di atas meja.
Posted by Picasa

Selasa, 13 September 2011

dimana letak kebahagian Anda???

Dimana Letak Bahagia Anda?

Ditulis oleh: Anne Ahira

"Tempat untuk berbahagia itu ada di
sini. Waktu untuk berbahagia itu kini.
Cara untuk berbahagia ialah dengan
membuat orang lain berbahagia"
                      -- Robert G. Ingersoll

Ibnu, apakah saat ini merasa bahagia?

Di mana letak kebahagiaan Ibnu
sesungguhnya? Apakah pada moleknya
tubuh? ..Jelitanya rupa? Tumpukan
harta?

....atau barangkali punya mobil mewah &
tingginya jabatan?

Jika itu semua sudah Ibnu dapatkan,
apakah Ibnu bisa memastikan bahwa
Ibnu *akan* bahagia?

Hari ini saya akan mengajak Ibnu untuk
melihat, kalau limpahan harta tidak
selalu mengantarkan pada kebahagiaan

Dan ini kisah nyata...

Ada delapan orang miliuner yang memiliki
nasib kurang menyenangkan di akhir
hidupnya. Tahun 1923, para miliuner
berkumpul di Hotel Edge Water Beach
di Chicago, Amerika Serikat. Saat itu,
mereka adalah kumpulan orang-orang yang
sangat sukses di zamannya.

Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25
tahun sesudahnya! Saya akan menyebutnya
satu persatu :

=> Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel,
      perusahaan besi baja ternama waktu itu.

      Dia mengalami kebangkrutan total,
      hingga harus berhutang untuk membiayai
      5 tahun hidupnya sebelum meninggal.

=> Richard Whitney, President New York
      Stock Exchange. Pria ini harus
      menghabiskan sisa hidupnya dipenjara
      Sing Sing.

=> Jesse Livermore (raja saham "The
      Great Bear" di Wall Street), Ivar
      Krueger (CEO perusahaan hak cipta),
      Leon Fraser (Chairman of Bank of
      International Settlement), ketiganya
      memilih mati bunuh diri.

=> Howard Hupson, CEO perusahaan gas
      terbesar di Amerika Utara. Hupson
      sakit jiwa dan meninggal di rumah
      sakit jiwa.

=> Arthur Cutton, pemilik pabrik tepung
      terbesar di dunia, meninggal di
      negeri orang lain.

=> Albert Fall, anggota kabinet
      presiden Amerika Serikat, meninggal
      di rumahnya ketika baru saja keluar
      dari penjara.

Kisah di atas merupakan bukti, bahwa
kekayaan yang melimpah bukan jaminan
akhir kehidupan yang bahagia!

Kebahagiaan memang menjadi faktor yang
begitu didambakan bagi semua orang.

Hampir segala tujuan muaranya ada pada
kebahagiaan. Kebanyakan orang baru bisa
merasakan *hidup* jika sudah menemukan
kebahagiaan.

Pertanyaannya, di mana kita bisa
mencari kebahagiaan?

Apakah di pusat pertokoan? Salon
kecantikan yg mahal? Restoran mewah?
Di Hawaii? di Paris? atau di mana?

Sesungguhnya, kebahagiaan itu tdk perlu
dicari kemana-mana... karena ia ada
di hati setiap manusia.

Carilah kebahagiaan dalam hatimu!
Telusuri 'rasa' itu dalam kalbumu!
Percayalah, ia tak akan lari kemana-mana...

Hari ini saya akan berbagi tips
bagaimana kita sesungguhnya bisa
mendapatkan kebahagiaan *setiap hari*.

Berikut adalah tips yang bisa Ibnu
lakukan:

1. Mulailah Berbagi!

    Ciptakan suasana bahagia dengan cara
    berbagi dengan orang lain. Dengan cara
    berbagi akan menjadikan hidup kita
    terasa lebih berarti.

2. Bebaskan hati dari rasa benci,
    bebaskan pikiran dari segala
    kekhawatiran.

    Menyimpan rasa benci, marah atau dengki
    hanya akan membuat hati merasa tidak
    nyaman dan tersiksa.

3. Murahlah dalam memaafkan!

    Jika ada orang yang menyakiti, jangan
    balik memaki-maki. Mendingan berteriak
    "Hey! Kamu sudah saya maafkan!!".

    Dengan memiliki sikap demikian, hati
    kita akan menjadi lebih tenang, dan
    amarah kita bisa hilang. Tidak percaya?
    Coba saja! Saya sering melakukannya. :-)

4. Lakukan sesuatu yang bermakna.

    Hidup di dunia ini hanya sementara.
    Lebih baik Ibnu gunakan setiap waktu
    dan kesempatan yang ada untuk melakukan
    hal-hal yang bermakna, untuk diri
    sendiri, keluarga, dan orang lain.

    Dengan cara seperti ini maka
    kebahagiaan Ibnu akan bertambah dan
    terus bertambah.

5. Dan yang terakhir, Ibnu jangan
    terlalu banyak berharap pada orang
    lain, nanti Ibnu akan kecewa!

Ingat, kebahagiaan merupakan tanggung
jawab masing-masing, bukan tanggung
jawab teman, keluarga, kekasih, atau
orang lain.

Lebih baik kita perbanyak harap hanya
kepada Yang Maha Kasih dan Kaya.

Karena Dia-lah yang menciptakan kita,
dan Dia-lah yang menciptakan segala
'rasa', termasuk rasa bahagia yang
selalu Ibnu inginkan. ^_^

tips menghadapi kritikan

Berikut tips untuk Ibnu saat menghadapi
kritik by Anne Ahira
1. Ubah Paradigma Ibnu Terhadap Kritik

Ibnu, tidak sedikit orang yang jatuh
hanya gara-gara kritik, meski tidak
semua kritik itu benar dan perlu
ditanggapi. Padahal, kritik menunjukkan
adanya yang *masih peduli* kepada kita.

Coba perhatikan perusahaan-perusahaan
besar yang harus mengirimkan berbagai
survey untuk mengetahui kelemahannya.

Bayangkan jika Ibnu harus melakukan
hal yang sama, mengeluarkan banyak uang
hanya untuk mengetahui kekurangan
Ibnu! LoL. :-)

Kritik merupakan kesempatan untuk
koreksi diri. Tentu saja akan
menyenangkan jika mengetahui secara
langsung kekurangan kita, daripada
sekedar menerima dampaknya, seperti
dikucilkan misalnya.

2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik

Tidak ada salahnya mencari tahu detil
kritik yang disampaikan. Ibnu bisa
belajar dari mereka dan melakukan
koreksi terhadap diri Ibnu. Bisa jadi
kritik yang disampaikan benar adanya.

Jika perlu, justru carilah orang yang
mau memberikan kritik sekaligus saran
kepada Ibnu. Tokh Ibnu tidak akan
menjadi rendah dengan hal itu.

Justru sebaliknya, pendapat orang bisa
jadi membuka persepsi, wawasan, maupun
paradigma baru yang mendukung goal
Ibnu.

3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik!

Tanggapi kritik dengan bijak. Ibnu
tidak perlu merasa marah atau
memasukkannya ke dalam hati. Toh
menyampaikan pendapat adalah hak semua
orang.

Nikmatilah apapun yang mereka
sampaikan. Tidak ada ruginya untuk
ringan dalam mema'afkan seseorang.
Anggaplah semua itu untuk perbaikan
yang menguntungkan Ibnu kelak.

Jangan pernah Ibnu balas kritik dengan
kritik. Karena hal ini hanya akan
membuat perdebatan, menguras tenaga &
pikiran. Tidak ada gunanya...

4. Terimalah kritikan dengan senyuman. ^_^

Ini semua bisa melatih mental kita agar
bisa *tegar* menghadapi ujian yang
lebih hebat di kemudian hari.

Singkatnya, kita memang hanya layak
dipuji jika sudah berani menerima
kritikan. Meski tidak mudah, asah terus
keberanian Ibnu untuk menikmati kritik
layaknya menikmati kue Ibnu.

Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan
datang apabila kita sudah melakukan
sesuatu yang berharga.

So, jangan pernah bosan untuk memburu
kritik, dan tanggapilah setiap kritik dengan
lapang dada! :-)

Sabtu, 21 Mei 2011

sebenarnya ada apa sich?

tak terasa hari terus berjalan,dan waktu terus bergulir,semakin cepat rasanya waktu itu bergulir.Tapi aku masih heran sebenarnya apa yang sedang terjadi????
teman2 ku seua satu letting, sepertinya bakalan terjadi perpecahan yg sangat besar dalam tubuh angkatan kami.
Aku tidak bisa berbuat apa2,bahkan untuk jad penengah masalah itu saja aku tidak mampu.Aduhai, sebenarnya apa sech yang terjadi pada kalian friend????
Dahulu aku melihat kalian begitu akrab,begitu bersahabat,begitu hangat, tapi sekrang seperti ada api yg mengobarkan diri kalian,api yg semakin besar dan sangat sulit untuk di padamkan.
Dulu aku sempat bangga dengan kalian dan pertemanan kalian semua, tapi sekarang, kalian seperti tidak peduli degan perasaan ku, aku senang berteman dengan kalian, walaupun aku suka buat kalian jengkel,itulah aku, dan aku dengan rendah hati ingin berkata pada kalian teman2 yang aku cintai dan aku banggakan, "That's me" so terimalah aku sebagai sahabat kalian apa adanya, hanaya itu yang aku harapkan darui kalian sobat ku semua.
Aku berharap perpecahan di antara kalian segera usai, dan kalian kembali seperti dahulu lagi. trims ^_^